Sepotong Cerita Korban Lapindo, Mereka Mengadu ke PWI

Bantenekspose.com – Masih Ingat Soal Lumpur Lapindo? Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur  Lapindo  (Lula)...


Bantenekspose.com – Masih Ingat Soal Lumpur Lapindo? Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo (Lula) atau Lumpur Sidoarjo (Lusi), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006.

Bagaimana nasib warga yang terkenda dampak?  Ternyata hingga kini, masih ada warga yang belum mendapatkan ganti rugi atas asset tanah mereka yang terendam.

Lima korban lumpur Sidoarjo asal desa Besuki, Kecamatan Jabon ini terus perjuangkan haknya untuk mendapatkan ganti rugi atas aset tanah dan bangunannya yang terendam lumpur panas.

Kelima korban lumpur itu, Thoyib Bahri bersama empat korban lainnya, Wahib, M. Ekdar, Zakki (Faisol), Hj. Muthmainnah /Agung. 

Mereka mendesak agar pemerintah membayar ganti-rugi tanah warga yang sebelumnya diserahkan kepada pemerintah. 

Hal itu sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 14 tahun 2007, Jo nomor 48 tahun 2008 dan peraturan Badan Pelaksana BPLS nomor 41/PRT/P/2008, yang mana mewajibkan kepada masyarakat disekitar area semburan lumpur supaya menyerahkan tanahnya untuk digunakan sebagai kolam penampungan lumpur, termasuk 7 bidang tanah. 

Hingga kini, pembayaran ganti tanah seluas 17 hektar yakni sekitar Rp.17,1 miliar belum terlaksana. "Sampai saat ini kita belum mendapatkan ganti rugi," kata Thoyib kordinator warga saat mendatangi Balai Wartawan PWI Kab. Sidoarjo Jalan A Yani 18A Sidoarjo Senin (17/9/2018).

Dia menambahkan, keputusan pemerintah mengenai penyerahan tanah tersebut didasarkan atas perbuatan hukum jual-beli dengan menggunakan APBN yang seharusnya sudah lunas sejak tahun 2010. "Kenyataannya pembayaran atas tanah kami sampai hari ini belum terlaksana," jelas Thoyib.

Lebih jauh Thoyib menjelaskan, berbagai upaya hukum telah dilakukan untuk mendapatkan gantirugi tersebut. Tahun 2012, pihaknya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kepada Presiden RI selaku Kepala Pemerintahan (Tergugat I), Menteri PU RI, selaku dewan Pengarah BPLS (tergugat ISI), dan Kepala Badan Pelaksana BPLS (tergugat III). 

"Amar putusannya berbunyi, gugatan dikabulkan, dan tergugat II dan III diminta untuk membayar tanah darat seharga tanah pekarangan. Dan Putusan Pengadilan Tinggi menyatakan hal yang sama. Yakni tergugat I, II dan III melakukan perbuatan melawan hukum dan membayar tanah darat seharga tanah pekarangan. Hingga putusan Kasasi juga sama," ungkap dia. 

Tak sampai disitu, lima korban lumpur Sidoarjo juga pernah menemui Biro Hukum Kementerian PUPR. Disana mereka menjawab secara lisan bahwa akan dibayar, tapi perlu kehati-hatian dan upaya maksimal. Pihaknya merasa heran, sepuluh tahun memperjuangkan haknya untuk mendapat ganti rugi belum juga terbayarkan. 

"Bukankah usaha maksimal harusnya sudah mereka lakukan saat masih di pengadilan. Bahkan, saat ini, tergugat II yang juga merangkap tergugat III menguasakan kepada Kejaksaan Agung RI sebagai pengacara negara. Dan penyelesaiannya pun semakin sulit. Buktinya, kami berkirim surat sampai sekarang tidak ada tanggapan," tukas Thoyib. 

Maka berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor :27 k/PDT/2015. Jo, 248/PDT.6/2012/PNJKT.PST, para korban menuntut agar pemerintah membayar ganti rugi sesuai keputusan tersebut.

Para korban lumpur Sidoarjo itu menduga lamanya proses ganti-rugi oleh pemerintah disebabkan oleh ulah sekelompok oknum tim verifikasi BPLS. Pasalnya, menurut penuturan warga (korban), tim verifikasi BPLS sempat meminta sejumlah uang sebagai imbalan/fee sebesar 30 hingga 50 persen dari total nominal yang akan diterima korban lumpur. 

Permintaan itu dilakukan oleh oknum secara personal artinya masing-masing korban didatangi dan diminta sejumlah uang fee, jika ketujuh bidang tanah milik warga seluas 17 hektar ingin dibayar. "Namun secara tegas kami tolak. Kalau ke saya sendiri diminta 30 persen," tegasnya. 

Pihaknya sudah berkirim surat ke Ombudsman pusat. Bahkan dalam waktu dekat Ombudsman berencana mengunjungi lokasi dan bertemu para korban lumpur Sidoarjo. Mereka berharap pemerintah bisa segera menjalankan putusan Mahkamah Agung untuk membayar ganti rugi yang menjadi hak mereke berlima. 

Sekedar diketahui, dari lima korban warga lumpur Sidoarjo diantaranya, Thoyib Bahri dengan luasan tanah sebanyak 197 meter persegi. Wahib luasan tanah 1330 meter persegi, M. Ekdar dengan luasan tanah 1.550 meter persegi. Zakki / Faisol luasan tanah 4100 meter persegi, dan Hj. Muthmainnah / Agung dengan luasan tanah 8100 meter persegi. (red)

Sumber: Beritajatim com
Foto     : Lombokkita com 

COMMENTS

Nama

Abuya Muhtadi,1,Ade Arianto,1,Adi Abdilah,1,Advertorial,3,AKFC Serang,1,Aktifis Menulis,2,Ali Hanafiah,3,Aliyah MA Cigemblong,1,Amin Ma'ruf,1,Andika,1,APGI BAnten,1,Asep Rahmatullah,1,bank banten,1,Bante,1,banten,372,Banten lama,3,Batalyon Mandala Yudha,1,Bawaslu Banten,2,Bidhumas Polda Banten,5,BKM Curug,3,BPJS BANTen,1,Brimob Jabar,2,Brimobda Banten,3,bulog tangerang,1,Ciagel kibin,1,Cibobos,1,CIhara Ciparahu,1,Cilangkahan,280,cilegon,28,Cilograng,2,CPNS Lebak,1,Dandim 0603/Lebak,1,Danrem 064/Maualana Yusuf,3,Darul ulum paNyaungan,1,Desa,1,Desa Kumpay,2,Desa Kuta mekar,1,Desa Kutamekar Pandeglang,1,Desa panyaungan,1,Desa Tobat,1,Dinas Pertanian dan Peternakan,1,Dindik Kota Serang,1,Dinkes kota serang,1,Dishub Kota Serang,1,Disparpora Kota Serang,1,Ditlantas Polda Banten,3,ditsabhara polwan banten,1,DLH Kota Serang,1,Ekon,1,Ekonomi,128,Ekonomi Arus Baru,1,Furtasan Nasdem,1,Gas Melon Malingping,1,Gemuk,1,GMNI BAnten,1,golkar banten,2,Gubernur WH,1,Hardi Madu,1,HAri santri,1,hari santri 2018,1,HGN 2018,1,Hikmah,19,Hukrim,155,HUT 18 Banten,1,Ijtima Ulama GPNF,1,Industri,8,iptek,21,IWO Banten,2,jOKOWI-mARIF amIN,1,Jubir Pancasila,1,Jurus Silat Kaserangan,1,Kab Lebak,675,Kab Pandeglang,114,Kab Serang,127,Kab Tangerag,10,Kab Tangerang,132,Kab. Lebak,6,Kab. Serang,2,Kab. Tangerang,2,Kab.Tangerang,5,Kabupaten Serang,11,Kabupaten Tangerang,25,Kalimaya Lebak,1,Kampanye damai,2,Kampus,4,Kanwil Kemenag Banten,1,Kapal Bosok Curug,2,Kapolda Banten,8,Kasepuhan Karang,1,Kebun teh Cikuya,1,Kec Sobang,1,Kemenag Kota Serang,2,Kemenag Lebak,1,kesehatan,92,Khazanah,8,Kiprah,35,kirab satu negeri,1,KNPI,2,KNPI Banten,7,KNPI Kab Serang,1,KNPI KOta Serang,21,KNPI Lebak,1,KNPI Tangsel,2,Kodim 0602/Serang,1,Kodim Lebak,1,kodim serang,2,Komunitas Bela Indonesia,2,konomi,1,kopassus,1,Koperasi,2,Korem 064/my,9,Kota Cilegon,16,Kota Serang,434,Kota Seranng,1,Kota Tagerang,5,Kota Tangerang,150,Kota Tangerang Tangerang,1,Kota Tangerang Selatan,3,Kota Tangsel,50,Kotas Serang,1,KotaTangerang,5,KP3b,1,KPU KOta Serang,3,Kpud lebak,1,KTP Tercecer,1,Lapindo,1,lebak,913,Lebak Smart Tax,1,Lingkungan Hidup,1,Lion air,1,lmnd kota serang,1,LMND sERANG,1,lmpi kota serang,1,Madrasah Cigemuk,1,Madrasah DIniyah,1,Madrasah Kota Serang,1,Madu Cingagoler,1,Malingping,1,Menag Lukman,1,menpan RB,1,Mesjid Agung kota Serang,2,Muhamad Ilham,1,NasDem,2,Nasdem Kota Serang,1,Nasdem Lebak,1,nasional,306,Ninja Banten Selatan,1,Nusantara,32,Operasi Mantap Brata Kalimaya 2018,2,opini,28,Pakta Integritas Prabowo,1,pandeglang,137,Pandidikan,1,Parlemen,37,Partai Bulan Bintang,1,PC PMII Lebak,1,PCNU Lebak,1,PDIP Banten,1,Peluang,1,Pemilu2019,1,PemkaB Lebak,4,pemkot cilegon,1,Pemutakhiran mandiri,1,pendidikan,168,Pengusaha Malingping,1,Perbankan,7,Perda Diniyah,1,Persit Korem,1,Perumahan Polda Banten,1,PGMI Cihara,1,Pilbuptangerang,1,Pilpres2019,3,PKBM Melati Tigaraksa,1,PKS Banten,2,PMI Banten,1,PMII KOta Serang,1,PMII UNIBA Kota Serang,1,Polairud Banten,1,Polda Banten,43,Polda Lampung,4,Polres Cilegon,2,Polres Kab Serang,6,Polres Lebak,5,Polres Pandeglang,3,Polres Serang,4,polres serang kota,6,Polresta Bandarlampung,6,Polresta Serang,1,Polresta Tangerang,7,Polsek Maja,1,Polsek Pabuaran,1,Polsek Serang,1,Polwan Sabhara,1,Pontren Darul ulum,1,Pontren Riyadul Awamil,1,PPP Kota Serang,1,Prabowo Sandi,1,Pwi Kab Serang,2,Ragam,20,Ranmor,3,Relawan Kemanusiaan Banten,1,Revitalisasi Banten lama,2,Riyadul awamil,1,Sahabat Polisi,1,Satpol PP Lebak,1,Serang,576,serang.Kota Serang,1,Seranng,1,SMAN 1 CIbadak,1,SMAN 13 Tangerang,1,SMKN 1 Pulo Ampel,1,SMKN 9 Kota Tangerang.,1,Sosok,15,sRANG,1,STKIP Jawilan,1,tagerang,5,tangerang,372,Tangsel,13,TB Amri,1,teknologi,22,Teminal Cipocok,1,Terminal Cipocok,4,TNI,1,Tradisi siraman,1,Uhen PPP,2,Ujung Kulon,1,UMKM,25,Universitas Pelita Harapan.Christina Florensya Mandagi,1,Unsera,1,UPH Banten,23,UPH Jakarta,3,VESBanten,1,video,4,Wahidin Halim,1,Wirausaha,18,Wisata,1,Wisata Minat Khusus dan Petualangan,1,
ltr
item
Berita Banten - Banten Ekspose: Sepotong Cerita Korban Lapindo, Mereka Mengadu ke PWI
Sepotong Cerita Korban Lapindo, Mereka Mengadu ke PWI
https://3.bp.blogspot.com/-I8uG75iYbFk/W6BF1kFc7BI/AAAAAAAAMN4/mEkpk9VvlKQCgR0RrSGCktPAX8Ew2A-NwCLcBGAs/s640/lapindo.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-I8uG75iYbFk/W6BF1kFc7BI/AAAAAAAAMN4/mEkpk9VvlKQCgR0RrSGCktPAX8Ew2A-NwCLcBGAs/s72-c/lapindo.jpg
Berita Banten - Banten Ekspose
https://www.bantenekspose.com/2018/09/sepotong-cerita-korban-lapindo-mereka.html
https://www.bantenekspose.com/
https://www.bantenekspose.com/
https://www.bantenekspose.com/2018/09/sepotong-cerita-korban-lapindo-mereka.html
true
6064287794305037138
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy