GMNI Desak Pemerintah Tuntaskan Konflik Agraria Ditanah Jawara

Bantenekspose.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung didalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten, mendesak pemerintah aga...

Bantenekspose.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung didalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten, mendesak pemerintah agar melaksanakan reforma agraria sejati, seperti yang tertuang dalam UUPA nomor 5 tahun 1960. Aksi unjuk rasa tersebut, merupakan aksi lanjutan dari peringatan hari tani nasional, Senin (24/9). 

Koordinator lapangan (Kerlap) aksi, Adit mengatakan, akibat ketimpangan yang sangat besar maka melahirkan konflik-konflik agraria diseluruh penjuru tanah air termasuk di tanah jawara sendiri. Selain itu, kata dia, terjadi penyusutan lahan pertanian yang sangat besar di Banten ini. 

Adit membeberkan, menurut data BPS Provinsi Banten tahun 2013, laju penyusutan luas baku lahan pertanian dalam lima tahun terakhir besarannya mencapai 0,14 persen pertahun, dengan kata lain telah menghilang sekitar 273 hektare tiap tahun atau sekitar 5 hektar perminggu. 

"Tentu hal itu sangat mengkhawatirkan, terlebih pemerintah Kota Serang berencana merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang, yang sebelumnya wilayah Kecamatan Kasemen dan Walantaka menjadi zona pertanian menjadi zona industry," kata Adit dalam orasinya, di depan kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (25/9/18).

Dikatakan Adit, kondisi tanah Indonesia yang agraris membuat sebagian besar rakyatnya berprofesi sebagai petani. Namun, hal itu tidak ditopang dengan kebijakan pemerintah dalam melaksanaan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) nomor 5 tahun 1960. 

"Dimana pada UU itu sudah diatur tentang ketentuan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan sumber daya agraria nasional di Indonesia dengan filosopis untuk mengubah susunan masyarakat yang adil dan sejahtera," tegasnya. 

Selain itu, ketua DPD GMNI Banten, Solahudin Tamam menuturkan, pada kenyataannya, kondisi agraria di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, hal itu karena ketimpangan kepemilikan tanah yang sangat besar, yaitu sekitar 71 persen tanah diseluruh Indonesia telah dikuasai oleh korporasi kehutanan dan 23 persen lainnya dikuasai oleh korporasi perkebunan skala besar dan para konglomerat. 

"Berdasarkan data BPS, ketimpangan tanah di Indonesia mencapai 0,397 persen yang berarti rata-rata seluruh petani di Indonesia hanya memiliki 0,8 hektar," katanya.

Kendati demikian, tegas Solahudin, tentu hal itu akan semakin mempersulit petani memperoleh kesejahteraannya. Selain itu, privatisasi wilayah pesisir pantai sudah terjadi di Banten. Sementara, pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi-Jk melalui kabinet kerjanya dalam hal ini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) hanya mampu menjalankan reforma agraria dalam definisi sempit dengan program bagi-bagi sertifikat tanah yang bahkan hingga saat ini belum mencapai target. 

"Oleh karena itu, kami dari DPD GMNI Banten mendesak untuk melaksanakan reforma agraria sejati seperti yang tertuang dalam UUPA nomor 5 tahun 1960, dan mendorong agar segera menyelesaikan konflik-konflik agraria, serta menghentikan alih fungsi lahan pertanian produktif di Banten ini," pungkasnya. (Emde)

COMMENTS

Nama

Abuya Muhtadi,1,Ade Arianto,1,Adi Abdilah,1,Advertorial,3,AKFC Serang,1,Aktifis Menulis,2,Ali Hanafiah,3,Aliyah MA Cigemblong,1,Amin Ma'ruf,1,Andika,1,APGI BAnten,1,Asep Rahmatullah,1,bank banten,1,banten,305,Banten lama,3,Batalyon Mandala Yudha,1,Bawaslu Banten,1,BKM Curug,3,BPJS BANTen,1,Brimob Jabar,2,Brimobda Banten,2,bulog tangerang,1,Ciagel kibin,1,Cibobos,1,CIhara Ciparahu,1,Cilangkahan,280,cilegon,22,Desa,1,Desa Kumpay,2,Desa Kuta mekar,1,Desa Kutamekar Pandeglang,1,Desa panyaungan,1,Dinas Pertanian dan Peternakan,1,Dinkes kota serang,1,Ditlantas Polda Banten,2,ditsabhara polwan banten,1,DLH Kota Serang,1,Ekon,1,Ekonomi,91,Ekonomi Arus Baru,1,Furtasan Nasdem,1,Gas Melon Malingping,1,Gemuk,1,GMNI BAnten,1,Gubernur WH,1,Hardi Madu,1,Hikmah,19,HUT 18 Banten,1,Ijtima Ulama GPNF,1,Industri,5,iptek,20,IWO Banten,1,jOKOWI-mARIF amIN,1,Jubir Pancasila,1,Jurus Silat Kaserangan,1,Kab Lebak,621,Kab Pandeglang,95,Kab Serang,96,Kab Tangerag,1,Kab Tangerang,117,Kab. Lebak,4,Kab. Serang,1,Kab. Tangerang,2,Kab.Tangerang,5,Kabupaten Serang,11,Kabupaten Tangerang,23,Kalimaya Lebak,1,Kampanye damai,2,Kanwil Kemenag Banten,1,Kapal Bosok Curug,2,Kapolda Banten,2,Kasepuhan Karang,1,Kebun teh Cikuya,1,Kec Sobang,1,Kemenag Kota Serang,2,Kemenag Lebak,1,kesehatan,88,Khazanah,7,Kiprah,30,kirab satu negeri,1,KNPI,2,KNPI Banten,3,KNPI KOta Serang,19,KNPI Lebak,1,KNPI Tangsel,2,Kodim Lebak,1,kodim serang,2,Komunitas Bela Indonesia,2,konomi,1,Koperasi,1,Korem 064/my,5,Kota Cilegon,10,Kota Serang,355,Kota Tagerang,3,Kota Tangerang,141,Kota Tangerang Tangerang,1,Kota Tangerang Selatan,2,Kota Tangsel,43,Kotas Serang,1,KotaTangerang,5,KPU KOta Serang,2,Kpud lebak,1,KTP Tercecer,1,Lapindo,1,lebak,854,Lebak Smart Tax,1,Lingkungan Hidup,1,lmnd kota serang,1,LMND sERANG,1,Madrasah Cigemuk,1,Madrasah DIniyah,1,Madrasah Kota Serang,1,Madu Cingagoler,1,Malingping,1,Menag Lukman,1,Mesjid Agung kota Serang,2,Muhamad Ilham,1,NasDem,2,Nasdem Kota Serang,1,Nasdem Lebak,1,nasional,281,Ninja Banten Selatan,1,Nusantara,18,Operasi Mantap Brata Kalimaya 2018,2,opini,24,Pakta Integritas Prabowo,1,pandeglang,118,Pandidikan,1,Parlemen,30,Partai Bulan Bintang,1,PC PMII Lebak,1,PCNU Lebak,1,PDIP Banten,1,Peluang,1,Pemilu2019,1,PemkaB Lebak,2,Pemutakhiran mandiri,1,pendidikan,122,Pengusaha Malingping,1,Perbankan,7,Perda Diniyah,1,Persit Korem,1,Perumahan Polda Banten,1,Pilbuptangerang,1,Pilpres2019,3,PKBM Melati Tigaraksa,1,PKS Banten,1,PMI Banten,1,PMII KOta Serang,1,PMII UNIBA Kota Serang,1,Polda Banten,13,Polres Kab Serang,4,Polres Lebak,2,Polres Serang,2,polres serang kota,3,Polsek Pabuaran,1,Polsek Serang,1,Polwan Sabhara,1,Pontren Riyadul Awamil,1,PPP Kota Serang,1,Prabowo Sandi,1,Ragam,15,Ranmor,2,Revitalisasi Banten lama,2,Riyadul awamil,1,Satpol PP Lebak,1,Serang,469,serang.Kota Serang,1,SMAN 1 CIbadak,1,SMAN 13 Tangerang,1,SMKN 1 Pulo Ampel,1,SMKN 9 Kota Tangerang.,1,Sosok,11,sRANG,1,STKIP Jawilan,1,tagerang,5,tangerang,339,Tangsel,12,TB Amri,1,teknologi,21,Tradisi siraman,1,Uhen PPP,2,Ujung Kulon,1,UMKM,20,Universitas Pelita Harapan.Christina Florensya Mandagi,1,Unsera,1,UPH Banten,8,UPH Jakarta,2,video,4,Wahidin Halim,1,Wirausaha,18,Wisata,1,Wisata Minat Khusus dan Petualangan,1,
ltr
item
Berita Banten - Banten Ekspose: GMNI Desak Pemerintah Tuntaskan Konflik Agraria Ditanah Jawara
GMNI Desak Pemerintah Tuntaskan Konflik Agraria Ditanah Jawara
https://3.bp.blogspot.com/-AMesrMloPdo/W6o3gaZrjcI/AAAAAAAAMVY/8Pf6VM81TXosnDSgeQD0nylR8dmnx2OzQCLcBGAs/s640/gmni.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-AMesrMloPdo/W6o3gaZrjcI/AAAAAAAAMVY/8Pf6VM81TXosnDSgeQD0nylR8dmnx2OzQCLcBGAs/s72-c/gmni.jpg
Berita Banten - Banten Ekspose
https://www.bantenekspose.com/2018/09/gmni-desak-pemerintah-tuntaskan-konflik.html
https://www.bantenekspose.com/
https://www.bantenekspose.com/
https://www.bantenekspose.com/2018/09/gmni-desak-pemerintah-tuntaskan-konflik.html
true
6064287794305037138
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy