Meneladani Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz

DALAM catatan sejarah Islam disebutkan, ketika Umar Bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah pada dinasti Bani Umayyah, pada Jumat 10 Sh...

DALAM catatan sejarah Islam disebutkan, ketika Umar Bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah pada dinasti Bani Umayyah, pada Jumat 10 Shafar tahun 99 Hijriyah, ketika itu beliau berumur 37 tahun, menggantikan khalifah sebelumnya, Sulaiman Bin Abdul Malik, Sang Khalifah menangis terisak-isak.

Ia memasukkan kepalanya ke dalam dua lututnya dan menangis sesunggukan. Dalam tangisnya, Umar mengucapkan kalimat: “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun”, sambil berujar, “Demi Allah, sungguh aku tidak meminta urusan ini sedikitpun, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun dengan terang-terangan”.

Melihat kondisi sang Khalifah seperti itu, beberapa penyair datang dengan maksud ingin menghiburnya, tetapi Khalifah Umar menolak dengan baik.

Sikap Khalifah Umar itu turut mendapat perhatian anaknya. Walaupun dia berusaha mencari penyebabnya, namun anak Umar gagal mendapat jawabannya. Hal yang sama dilakukan istrinya, Fatimah. Fatimah berkata kepada suaminya: “Wahai suamiku, mengapa engkau menangis seperti itu? Umar pun menjawab. “Sesungguhnya aku telah diangkat menjadi khalifah untuk memimpin urusan umat Nabi Muhammad SAW”.

Sang Khalifah berkata kepada istri dan anaknya: “Aku termenung dan terpaku memikirkan nasib para fakir miskin yang sedang kelaparan dan tidak mendapat perhatian dari pemimpinnya. Aku juga memikirkan orang-orang sakit yang tidak mendapati obat yang memadai.

Hal yang sama terpikir olehku tentang orang-orang yang tidak mampu membeli pakaian, orang-orang yang selama ini dizalimi dan tidak ada yang membela, mereka yang mempunyai keluarga yang ramai dan hanya memiliki sedikit harta, orang-orang tua yang tidak berdaya, orang-orang yang menderita di pelosok negeri ini, dan lain sebagainya”.

Sang Khalifah melanjutkan kesedihannya, “Aku sadar dan memahami sepenuh hati, bahwa Allah SWT pasti akan meminta pertanggungjawaban dariku, sebab hal ini adalah amanah yang terpikul di pundakku.

Namun aku bimbang dan ragu, apakah aku mampu dan sanggup memberikan bukti kepada Allah swt, bahwa aku telah melaksanakan amanah itu dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Tuhanku. Atas dasar itulah, wahai istri dan anakku, sehingga aku menangis”.

Persoalannya sekarang adalah seberapa banyakkah pemimpin kita pada masa ini yang mempunyai semangat, roh dan motivasi seperti Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. Sebab, fakta menunjukkan, justru banyak di antara pemimpin kita yang hanya bijak menjadikan Khalifah Umar sebagai alat, simbol dan slogan politik, tetapi dari cara berfikir, kebijakan yang ditekankan, dan tindakan yang dilakukan, justru sangat jauh dengan apa yang dilakukan sang khalifah.

Sang Khalifah mengucapkan, “Innaa Lillahi wa Innaa ilahi Raji’uun” ketika terpilih dan diangkat jadi khalifah, pemimpin hari ini, justru bersyukur dan pesta pora besar-besaran ketika terpilih dan diangkat menjadi pemimpin. Seolah tak ada beban berat dan tanggung jawab di atas pundaknya.

Tanggung Jawab Dunia Akhirat

Semangat menjadi pemimpin serta gairah merebut jabatan dan kedudukan, tidak sebanding dan sejalan dengan apa yang dia lakukan, setelah terpilih jadi pemimpin. Dia bahkan lupa, bahwa sesungguhnya jabatan dan kedudukan yang diraih oleh seseorang hamba, selain harus dipertanggungjawabkan di dunia ini di hadapan makhluk, juga harus dipertanggungjawabkan kelak di akhirat, di hadapan Sang Khaliq.

Kuasa, jabatan dan kedudukan bukan lagi dipandang sebagai suatu amanah mulia yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, tetapi lebih banyak dipergunakan dan diperalatkan untuk kepentingan diri, keluarga dan kelompok masing-masing. Adalah sesuatu yang malang dan nestapa, akibat dari kegairahan ingin berkuasa dan berekedudukan ini, justru yang menjadi mangsa dan korbannya adalah rakyat kecil yang tidak mengerti apaapa dan perlu pertolongan dari pemimpinnya.

Sebahagian di antara mereka, ada yang cari makan pagi untuk dimakan pagi, dan cari makan petang untuk dimakan petang. Mereka tidak tahu dan atau tidak peduli dengan kekuasaan, jabatan dan kedudukan. Yang mereka tahu ialah mencari rezeki bagi meneruskan kehidupan.

Sungguh malang nian nasib bangsa ini, sebagian di antara pemimpinnya, ada yang hidup dalam kemewahan, tanpa mau merenung nasib rakyat jelata.

Bandingkan dengan sikap

Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, selepas dilantik menjadi khalifah, menyadari dengan sepenuh hati, jiwa dan raga, bahwa masih banyak rakyat yang miskin, menderita, sengsara, terlunta-lunta, dan hidup di bawah garis kemiskinan. Penerapan Zakat Umar Bin Abdul Aziz, memiliki konsep yang jelas untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh rakyatnya, khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Umar menerapkan konsep zakat secara tepat dan cermat. Rakyatnya yang kaya dan juga para pegawai pemerintahan, bergegas membayar zakat dan sedekah kepada fakir miskin.

Hasilnya, hanya dalam rentang waktu dua setengah tahun atau tiga puluh bulan masa kepemimpinannya, seseorang yang kaya raya, merasa kesulitan mendapatkan orang yang berhak menerima zakat (mustahiq), sebab fakir miskin yang selama ini berhak menerima zakat, kini telah berubah menjadi orang yang berkewajiban membayar zakat (muzakki). Hampir semua rakyatnya, hidup dalam kesejahteraan.

Kita harus ingat, bahwa kekuasaan, jabatan, dan kedudukan tidaklah kekal abadi, tetapi sebaliknya, ia adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

Kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz
Akhlak pemimpin seorang Khalifah Umar bin Abdul Aziz, sungguh jauh dari gaya perlente, berpakaian mahal, kendaraan mewah, apalagi makanan yang lezat. Seharusnya pejabat di negeri ini meneladani kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz.

Tatkala Khalifah demi khalifah datang pergi silih berganti, disebut-sebutlah nama Umar bin Abdul Azir untuk menjadi penggantinya. Lalu apa kata Umar ketika namanya digadang-gadang menjadi calon khalifah yang baru. “Jangan sebut-sebut nama saya, katakan bahwa saya tidak menyukainya. Dan jika tidak ada yang menyebut namanya, maka katakan, jangan mengingatkan nama saya,” ujar Umar bin Abdul Aziz.

Suatu ketika dibuatlah rekayasa, berupa surat wasiat, seolah-olah khalifah sebelumnya menetapkan Umar sebagai penggantinya. Begitu diumumkan di depan publik, seluruh hadirin pun serentak menyatakan persetujuannya. Tapi tidak dengan Umar. Ia justru terkejut, seperti mendengar petir di siang bolong. Bukan hanya terkejut, Umar bin Abdul Aziz bahkan mengucapkan: Inna lillahi wa Inna ilaihi raji’uun, dan bukannya Alhamdulillah seperti kebanyakan para pejabat di negeri ini. Bagi Umar, tahta yang disodorkan adalah musibah, bukan kenikmatan.

Sosok Umar bin Abdul Aziz bukanlah tipe manusia yang berambisi untuk menjadi pemimpin, apalagi mengejarnya. “Demi Allah, ini sama sekali bukanlah atas permintaanku, baik secara rahasia ataupun terang-terangan,” ujar Umar.

Di atas mimbar Umar berkata: “Wahai manusia, sesungguhnya aku telah dibebani dengan pekerjaan ini tanpa meminta pendapatku lebih dulu, dan bukan pula atas permintaanku sendiri, juga tidak pula atas musyawarah kaum muslimin. Dan sesungguhnya aku ini membebaskan saudarasaudara sekalian dari baiat di atas pundak saudara-saudara, maka pilihlah siapa yang kamu sukai untuk dirimu sekalian dengan bebas!”

Ketika semua hadirin telah memilihnya dan melantiknya sebagai Khalifah, Umar berpidato dengan ucapan yang menggugah. “Taatlah kamu kepadaku selama aku ta’at kepada Allah. Jika aku durhaka kepada Allah, maka tak ada keharusan bagimu untuk taat kepadaku.”

Jika kebanyakan pejabat berpesta ria saat kenaikan pangkat dan meraih kekuasaan, Umar bin Abdul Aziz malah berpesta air mata, ia takut pertanggungjawabanya di hadapan Allah pada hari kiamat kelak tak mampu dipikulnya.

Dan jika kebanyakan pejabat bermegah-megahan saat mendapat kedudukan, Umar justru hidup dalam kesederhanaan, bahkan amat sederhana, dan minim sekali. Zuhud dan wara sudah menjadi pribadi Umar sebelum ia menjadi Khalifah. Ketika ia disodori kendaraan “dinas” yang supermewah berupa beberapa ekor kuda tunggangan, lengkap dengan kusirnya, Umar menolak, dan malah menjual semua kendaraan itu, lalu uang hasil penjualannya diserahkan ke Baitul Mal. Termasuk semua tenda, permadani dan tempat alas kaki yang biasanya disediakan untuk khalifah yang baru.

Kesederhaan Umar dibuktikan ketika ia melepas pakaiannya yang mahal dan menggantinya dengan pakaian kasar – hanya delapan dirham. Semua pakaian, minyak wangi, juga tanah perkebunan yang diwarisinya, juga dijual, lagi-lagi uangnya diserahkan ke Baitul Mal.

Istri pejabat umumnya memanfaatkan kedudukan suaminya untuk hidup mewah, tapi Umar justru menawarkan pilihan, antara hidup bersama dirinya dengan melepas semua harta perhiasan yang dikenakan, termasuk permata, mutiara, perabotan rumah tangga yang mahal harganya, atau berpisah. Akhinya, sang istri memilih hidup bersahaja bersama suaminya yang bertahtakan khilafah.

Itulah akhlak pemimpin seorang Umar bin Abdul Aziz, jauh dari gaya perlente, berpakaian mahal, kendaraan mewah, apalagi makanan yang lezat. Seharusnya pejabat di negeri ini meneladani kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz (azr/sumber:baiturrahmanonline)

COMMENTS

Nama

Advertorial,3,AKFC Serang,1,Aktifis Menulis,2,Ali Hanafiah,2,Amin Ma'ruf,1,APGI BAnten,1,Asep Rahmatullah,1,banten,272,Batalyon Mandala Yudha,1,BKM Curug,1,BPJS BANTen,1,bulog tangerang,1,Ciagel kibin,1,Cilangkahan,280,cilegon,22,Desa Kumpay,1,Desa Kuta mekar,1,Desa Kutamekar Pandeglang,1,Desa panyaungan,1,Dinas Pertanian dan Peternakan,1,DLH Kota Serang,1,Ekon,1,Ekonomi,86,Ekonomi Arus Baru,1,Furtasan Nasdem,1,Gas Melon Malingping,1,Hardi Madu,1,Hikmah,19,Ijtima Ulama GPNF,1,Industri,5,iptek,20,IWO Banten,1,jOKOWI-mARIF amIN,1,Jurus Silat Kaserangan,1,Kab Lebak,591,Kab Pandeglang,90,Kab Serang,85,Kab Tangerang,115,Kab. Lebak,3,Kab. Tangerang,2,Kab.Tangerang,5,Kabupaten Serang,11,Kabupaten Tangerang,23,Kampanye damai,2,Kapolda Banten,2,Kemenag Kota Serang,2,kesehatan,87,Khazanah,6,Kiprah,27,KNPI,1,KNPI Banten,2,KNPI KOta Serang,18,KNPI Tangsel,2,kodim serang,1,konomi,1,Korem 064/my,1,Kota Cilegon,10,Kota Serang,338,Kota Tagerang,3,Kota Tangerang,141,Kota Tangerang Tangerang,1,Kota Tangerang Selatan,2,Kota Tangsel,43,Kotas Serang,1,KotaTangerang,5,KPU KOta Serang,1,Kpud lebak,1,KTP Tercecer,1,Lapindo,1,lebak,822,lmnd kota serang,1,LMND sERANG,1,Madrasah Cigemuk,1,Madrasah DIniyah,1,Madrasah Kota Serang,1,Madu Cingagoler,1,Mesjid Agung kota Serang,2,NasDem,2,Nasdem Kota Serang,1,Nasdem Lebak,1,nasional,274,Ninja Banten Selatan,1,Nusantara,17,Operasi Mantap Brata Kalimaya 2018,2,opini,24,Pakta Integritas Prabowo,1,pandeglang,113,Parlemen,27,Partai Bulan Bintang,1,PC PMII Lebak,1,PDIP Banten,1,Peluang,1,PemkaB Lebak,1,Pemutakhiran mandiri,1,pendidikan,104,Pengusaha Malingping,1,Perbankan,6,Perda Diniyah,1,Perumahan Polda Banten,1,Pilbuptangerang,1,Pilpres2019,3,PKBM Melati Tigaraksa,1,PKS Banten,1,PMI Banten,1,PMII KOta Serang,1,PMII UNIBA Kota Serang,1,Polda Banten,3,Polres Kab Serang,1,Polres Lebak,1,polres serang kota,1,Polsek Pabuaran,1,Pontren Riyadul Awamil,1,Prabowo Sandi,1,Ragam,15,Riyadul awamil,1,Satpol PP Lebak,1,Serang,442,serang.Kota Serang,1,SMAN 13 Tangerang,1,SMKN 9 Kota Tangerang.,1,Sosok,8,sRANG,1,tagerang,5,tangerang,336,Tangsel,12,teknologi,21,Uhen PPP,1,UMKM,16,Universitas Pelita Harapan.Christina Florensya Mandagi,1,UPH Banten,1,video,4,Wirausaha,18,Wisata,1,Wisata Minat Khusus dan Petualangan,1,
ltr
item
Berita Banten - Banten Ekspose: Meneladani Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz
Meneladani Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz
https://2.bp.blogspot.com/-76l95Etwmg0/WQ7rUj106_I/AAAAAAAAGmA/VZZlQ5D3KucJQkIAvm5V8YH4EUBNU8MlgCLcB/s1600/umae.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-76l95Etwmg0/WQ7rUj106_I/AAAAAAAAGmA/VZZlQ5D3KucJQkIAvm5V8YH4EUBNU8MlgCLcB/s72-c/umae.jpg
Berita Banten - Banten Ekspose
https://www.bantenekspose.com/2017/05/meneladani-kepemimpinan-umar-bin-abdul.html
https://www.bantenekspose.com/
https://www.bantenekspose.com/
https://www.bantenekspose.com/2017/05/meneladani-kepemimpinan-umar-bin-abdul.html
true
6064287794305037138
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy