Hadapi Musim Penghujan, Kadis LH Kota Serang Khawatirkan Kondisi Cilowong
0 menit baca
BantenEkspose.com - Dalam menghadapi musim penghujan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Serang mengaku tengah memikirkan kondisi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong. Hal itu dikarenakan, kasus longsornya sampah pada Januari 2019 lalu, terjadi pada saat musim hujan.
"Kami saat ini baru melakukan pembenahan, tetapi musim penghujan sudah turun di 2019. Sementara anggaran baru akan kami laksanakan ditahun 2020 untuk pemasangan tiang pancang, guna membendung dan menghindari terjadinya longsoran sampah," ungkapnya.
Kendati demikian, Ipiyanto mengaku tetap berupaya meminimalisir hal tersebut agar tidak terjadi longsor untuk kedua kalinya, apalagi sampai memakan korban jiwa. Ia mengaku, pihaknya sudah memasang plang himbauan larangan, dan melakukan penataan serta pemadatan sampah.
"Ini untuk menghindari terjadinya longsor," ungkapnya.
Dikatakan Ipiyanto, persoalan lain yang dihadapi yakni jalan untuk pembuangan sampah belum dibangun kembali, sehingga pada akhirnya pihak DLH Kota Serang membangun jalan alternatif diatas gundukan sampah. Hal itu bukan tidak disadari oleh Dinas Lingkungan Hidup kota Serang memiliki resiko tinggi.
"Satu pilihan yang berat sebetulnya membangun jalan diatas sampah itu. Kalau ini sampai terjadi (longsor), yang menjadi korban itu bukan masyarakat lagi, tetapi karyawan kami dari Dinas Lingkungan hidup yang akan terlindas longsor (sampah)," ujar Ipiyanto.
Masih menurut Ipiyanto, pembangunan jalan alternatif itu terpaksa dilakukan, lantaran jalan yang sebelumnya sangat sempit dan kondisinya bebatuan tajam. Sehingga apabila dilintasi beresiko ban mobil pecah. Namum apa boleh buat, ipiyanto mengaku terpaksa melakukan pembangunan jalan tersebut agar dapat memaksimalkan penataan sampah.
Kendati demikian, Ipiyanto tetap mewanti-wanti kepada petugas pengangkut sampah, agar tidak menggunakan jalan tersebut apabila sudah masuk musim penghujan. Ia pun menghimbau, bagi masyarakat yang mengais rezeki dari sampah di TPSA Cilowong, agar dalam memilah sampah tidak masuk sampai ke gunungan sampah.
"Jadi cukup dipinggirnya saja, sebelum kita (DLH Kota Serang) mendorong sampah ke bawah," ujar Ipiyanto. (SC)
"Kami saat ini baru melakukan pembenahan, tetapi musim penghujan sudah turun di 2019. Sementara anggaran baru akan kami laksanakan ditahun 2020 untuk pemasangan tiang pancang, guna membendung dan menghindari terjadinya longsoran sampah," ungkapnya.
Kendati demikian, Ipiyanto mengaku tetap berupaya meminimalisir hal tersebut agar tidak terjadi longsor untuk kedua kalinya, apalagi sampai memakan korban jiwa. Ia mengaku, pihaknya sudah memasang plang himbauan larangan, dan melakukan penataan serta pemadatan sampah.
"Ini untuk menghindari terjadinya longsor," ungkapnya.
Dikatakan Ipiyanto, persoalan lain yang dihadapi yakni jalan untuk pembuangan sampah belum dibangun kembali, sehingga pada akhirnya pihak DLH Kota Serang membangun jalan alternatif diatas gundukan sampah. Hal itu bukan tidak disadari oleh Dinas Lingkungan Hidup kota Serang memiliki resiko tinggi.
"Satu pilihan yang berat sebetulnya membangun jalan diatas sampah itu. Kalau ini sampai terjadi (longsor), yang menjadi korban itu bukan masyarakat lagi, tetapi karyawan kami dari Dinas Lingkungan hidup yang akan terlindas longsor (sampah)," ujar Ipiyanto.
Masih menurut Ipiyanto, pembangunan jalan alternatif itu terpaksa dilakukan, lantaran jalan yang sebelumnya sangat sempit dan kondisinya bebatuan tajam. Sehingga apabila dilintasi beresiko ban mobil pecah. Namum apa boleh buat, ipiyanto mengaku terpaksa melakukan pembangunan jalan tersebut agar dapat memaksimalkan penataan sampah.
Kendati demikian, Ipiyanto tetap mewanti-wanti kepada petugas pengangkut sampah, agar tidak menggunakan jalan tersebut apabila sudah masuk musim penghujan. Ia pun menghimbau, bagi masyarakat yang mengais rezeki dari sampah di TPSA Cilowong, agar dalam memilah sampah tidak masuk sampai ke gunungan sampah.
"Jadi cukup dipinggirnya saja, sebelum kita (DLH Kota Serang) mendorong sampah ke bawah," ujar Ipiyanto. (SC)