Bahaya Mengancam.... Jangan Gunakan Kresek Hitam Untuk Bungkus Daging Kurban
0 menit baca
Bantenekspose.com – Dibalik harganya yang murah dan praktis, ternyata
kantong kresek berwarna hitam mengandung bahan kimia berbahaya, yang bisa
mengontaminasi makanan yang ada didalamnya.
Ini pula, yang menjadi ancaman kesehatan saat ummat Islam menggunakan
kantong kresek berwarna hitam untuk membungkus daging kurban saat hari Raya
Idul Adha.
Dinas Peternakan dan
Perikanan Kabupaten Bogor bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB),
mengimbau masyarakat yang merayakan Idul Adha dengan berkurban, agar daging
kurban tidak dimasukan dalam kantong plastik kresek berwarna hitam.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Yusuf Ridwan, menyatakan, kantong plastik kresek berwarna hitam mengandung zat karsinogen dan zat pewarna yang bisa tercampur dengan daging. Akibat kontaminasi zat ini dapat menyebabkan kanker dalam waktu lama. "Untuk itu, penyebaran daging, lebih baik menggunakan kantong putih atau transparan," ungkapnya.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Yusuf Ridwan, menyatakan, kantong plastik kresek berwarna hitam mengandung zat karsinogen dan zat pewarna yang bisa tercampur dengan daging. Akibat kontaminasi zat ini dapat menyebabkan kanker dalam waktu lama. "Untuk itu, penyebaran daging, lebih baik menggunakan kantong putih atau transparan," ungkapnya.
Pusat Data dan Informasi Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSSI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak menggunakan tas kresek berwarna untuk membungkus makanan siap santap.
Hasil penelitian BPOM, tas plastik khususnya berwarna hitam merupakan produk daur ulang yang berbahaya. Saat proses daur ulang, tidak diketahui riwayat kantong kresek itu sebelumnya. Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan dan manusia, atau limbah logam berat. Dalam proses daur ulang itu juga diketahui menggunakan berbagai bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
BPOM telah meminta
masyarakat agar tidak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan,
terutama makanan siap santap. Bahan kimia plastik yang ada pada kantong
plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas.
Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak.
Pada pertengan tahun ini, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, telah mengimbau kepada warga untuk mulai mengurangi pemakaian kantong plastik.
Kontrol terhadap masyarakat bersama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan LSM pecinta lingkungan telah dilakukan.
Pengawasan mulai dari sumbernya seperti pabrik hingga departemen store sebagai pengguna kantong plastik kepada konsumennya akan segera dilakukan. Sudah puluhan peritel berkomitmen untuk mendukung program 'Jakarta Bebas Kantong Plastik' pada 2011 mendatang.
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta juga sudah menyiapkan solusi pengganti kantong plastik, yaitu berupa kantong baru yang terbuat dari bahan baku yang mudah terurai. Bahkan untuk mendukung program pengurangan kantong platik, Pemerintah DKI Jakarta sedang menyiapkan Peraturan Gubenur (Pergub). Sayangnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya penggunaan kantong kresek hitam ini. (dam/Vnc)
