Sistem Dropship, Model Bisnis Rumahan yang Patut Dicoba
0 menit baca
Bantenekspose.com
- Setiap
orang pasti ingin
mendapatkan penghasilan tambahan dan sebisa mungkin tampa harus mengeluarkan
uang modal, iya kan ? Nah Anda semua mungkin dapat mencoba cara terbaru bisnis
rumahan tampa modal besar ini . Apa itu? Ibu bisa menjalankan bisnis dengan
sistem dropship atau reseller.
Apa itu sistem dropship? Sistem yang
pelakunya sering di sebut Dropshipper adalah suatu sistem jual beli online yang
mana untuk menjalankannya tidak memerlukan modal sepersen pun, karena
dengan menjalankan sistem ini, Ibu tidak memerlukan stok barang. Kita
hanya memerlukan informasi berupa foto atau katalog produk, dan jika ada yang
tertarik maka kita cukup order lalu dari pihak reseller/distributor/produsen
akan memproses order tersebut.
Dengan
sistem dropship ini maka ibu tidak memerlukan modal untuk membeli stok barang
yang akan dijual ke konsumen. Bahkan ibu tidak perlu mengirimkan barang, karena
yang menghandle pengiriman adalah pihak lain. Tugas ibu fokus untuk
mempromosikan produk saja. Dan keuntungannya adalah kita dapat dari selisih
harga dari pihak lain tersebut.
Sebagai gambaran jika anda menjalankan
sistem dropship:
1.Anda
sebagai dropshipper harus menentukan partner bisnis (supplier) yang
menjual barang tertentu yang memiliki potensi penjualan yang tinggi. Untuk hal
tersebut anda dapat mencarinya lewat online atau bertanya ke teman yang sudah
memulainya terlebih dahulu.
2. Anda harus mendapatkan izin dari
pemilik barang dulu atau supplier, jika anda akan menjualkan produk
mereka dengan sisten dropship. Disini ibu bisa membuat kesepakatan harga
dengan supplier, sehingga dapat menentukan persentase keuntungan yang akan anda
dapatkan.
3. Jika terjadi kesepakatan maka ibu
sudah bisa mulai memasarkan produk. Pada tahap ini ibu hanya perlu memposting
foto-foto produk di media yang menjadi toko online kita. Lebih gampangnya lagi
ibu bisa meminta foto-foto produk tersebut ke supplier kita. Jadi kerja anda
hanya memposting foto saja.
4. Jika terjadi penjualan. ibu hanya
perlu meyelesaikan transaksi dengan konsumen, Kemudian transaksi anda dengan
supplier, selanjutnya pihak supplier yang akan mengirimkan produknya ke
konsumen dengan mengatas namakan ibu sebagai pengirim.
Untuk
sistem Reseller hanya sedikit berbeda denga sistem dropship. Sistem reseller
menyediakan barang terlebih dahulu untuk dijual kembali kepada konsumen. Stok
barang di dapat dari produsen atau dari grosiran, agar mendapatkan harga yang
jauh lebih murah.
Sistem reseller lebih sederhana untuk
dijalankan, hanya saja hanya membutuhkan sejumlah modal. Tetapi keuntunganya
bisanya lebih banyak dari pada sistem dropship, karena produsen bisa memberikan
harga lebih murah. Keuntungan lainya adalah, selain bisa menjual langsung
produknya kepada kunsumen, anda juga bisa merekrut para dropshipper untuk membantu
pemasaran anda , sehingga penjualan anda bisa lebih besar.
(Sumber: ibudigital. Com)
