Pendidikan Cerdas Tanpa Harus Menindas

Kegiatan Belajar Mengajar (ilustrasi: nawacita.com) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan p...

Kegiatan Belajar Mengajar (ilustrasi: nawacita.com)
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.( UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS).

Pendidikan terkadang menjadi salah satu poblema yang sering dihadapi oleh para guru, dalam menghadapi murid-muridnya yang tidak sejalan dengan pemikiran para gurunya. Bahkan menjadi sorotan public, karena adanya kekerasan hanya gara-gara tidak bisa mengerjakan tugas dari seorang guru. 

Padahal guru itu sebagai pengganti dari orang tua yang mestinya bisa digugu dan ditiru. Dengan kata lain, guru harus bisa memberikan contoh yang baik, menjadi teman curhat dikala muridnya menghadapi berbagai masalah dan bisa menjadi pembimbing kepada semua murid.  

Pendidikan saat ini masih belum merdeka bagi para murid, lantaran ia dipaksa untuk faham. Sementara metode yang diterapkan tidak cocok dan kurang disukai oleh murid-muridnya. Kebiasaan yang telah terjadi saat ini di dunia pendidikan adalah guru sebagai subjek dan murid sebagai objek, maka munculah pendidikan seperti ini dengan Teori Bank(Bank concep education). Murid hanya dijejali pengetahuan, yang terkadang dalam metodenya tidak mengerti, sementara guru selalu mentrasfer pengetahuannya dengan tidak memikirkan keadaan muridnya, juga beranggapan bahwa murid ibarat bejana kosong. 

Oleh karenanya Paulo Freire menyebutnya pendidikan seperti ini, dengan pendidikan yang dehumanisasi (tidak memanusiakan manusia) bukan humanisasi (memanusiakan manusia). Dengan demikian munculah pendidikan kebudayaan bisu.
Paulo Freire (1977) secara sederhana menyusun daftar pendidikan gaya bank sebagai berikut: Guru pengajar, murid belajarGuru tahu segalanya, murid tidak tahu apa-apaGuru berfikir, murid dipikirkanGuru aktif, murid pasif 
Oleh karena itu pendidikan yang seperti ini akan menghasilkan pendidikan yang lumrah saja, jika para murid dikemudian hari seperti guru yang ideal biasanya, tidak menciptakan diri murid yang cemerlang. Sehingga pada saatnya nanti, sebagai murid akan benar-benar menjadi diri mereka sendiri sebagai duplikasi guru mereka dulu.

Kalau ditinjau lebih jauh, sebenarnya kata murid berasal dari bahasa arab yaitu “aroda-yuridu” artinya berkeinginan, berkehendak, dan berkemauan, lalu dijadikan sebagai isim fail menjadi muridun/murid yang artinya “orang yang ingin tahu”, oleh karena itu murid harus lebih ingin tahu dibandingkan dengan gurunya.

Menyikapi permasalahan diatas, sebagai seorang guru harus bisa memanusiakan manusia (humanisasi). Sebagai guru harus bisa menarik gaya rangsangan yang menggebu-gebu, untuk memancing suatu permasalahan dalam pelajaaran, sehingga murid-murid bisa lebih aktif dan rasa keingin tahuannya jauh lebih tinggi. Karena pada hakikatnya murid adalah orang yang ingin tahu bukan dipaksa tahu. 

Seorang guru harus bisa menganalogikan suatu permasalahan yang rumit kepada sesuatu yang lebih mudah difahami dalam menjelaskan pelajarannya, agar murid-murid itu ketika diminta menjelaskan atau suatu saat  menjadi seorang pengajar, tidak vakum dan selalu menciptakan ide-ide baru, dengan begitu anak didik yang ada di Indonesia bisa  lebih cerdas. 

Salah satu yang paling sederhana, dalam mengajarkan murid cerdas adalah sebagai guru harus sebisa mungkin mengajak muridnya untuk berdiskusi, juga adanya timbal balik dalam melontarkan pertanyaan ataupun tanggap menanggapi tentang pelajaran yang diajarkan, agar sebagai murid jauh lebih ingin tahu tentang sesuatu hal, bukan dibuat pasif. 

Kemudian seorang guru jangan sekali-kali membentak murid yang salah ketika mejawab, sebab hal itu akan mengancam kepada pisikis anak, sehingga ketika ditanya yang kedua kalinya anak tersebut kemungkinan besar tidak mau menjawab lagi walaupun jawabannya benar, lantaran ia trauma dengan bentakan yang pertama. Hal inilah yang membuat mayoritas murid indonesia mejadi diam, kaku, dan fakum.

Selain itu, sebagai guru harus bisa membiarkan karakter murid berkembang dengan tidak menekan ide-ide cemerlang yang ada dalam pikirannya, asalkan tidak melewati batas yang telah digariskan dalam norma-norma, baik norma agama, norma susila, maupun norma hukum. Dengan begitu murid akan jauh lebih berkembang ketibang setiap harinya ditekan harus tahu dalam sub materinya.

Faktor Yang Menjadi Kendala

Selain faktor-faktor penghambat yang telah diuraikan diatas,  ada juga faktor yang menjadi penghambat pendidikan saat ini, dimana mayoritas seseorang yang menjadi tenaga pendidik bukanlah pilihan utama, akan tetapi pilihan terakhir dari yang paling akhir setelah semua peluang tak lagi celah. Sehingga guru yang tidak lahir dari bidangnya serta tidak adanya ketulusan, akan melahirkan pendidikan-pendidikan yang bobrok, tidak ada perkembangan atau bahkan mungkin menjadi lebih jatuh pada keterpurukan.

Guru yang semestinya menjadi kebanggaan bangsa, pencetus anak-anak yang kreatif, mampu menciptakan ide-ide yang cemerlang, mencerdaskan anak bangsa, ditopang oleh tenaga pendidik yang propesional dan handal agar anak bangsa bisa lebih berkarya untuk abdi Negara, kini hanya menjadi hal yang disepelekan oleh mayoritas masyarakan.

Selain itu, salah satu penyebab terhambatnya pendidikan adalah karena tenaga pengajarnya yang belum sejahtera, sebab selama ini kesejahteraan guru jauh lebih dikesampingkan ketimbang kesejahteraan yang lainnya, terutama para guru yang ada diberbagai pelosok sangat jauh sekali dari kesejahteraan, keringat mereka dibayar hanya dengan ketulusan. 

Namun apakah selamanya para pendidikan tidak butuh makan? Tidak butuh menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi? Apakah mereka tidak butuh perhatian dari pemerintah? Inilah salah satu penyebab terhambatnya pendidikan di Indonesia.

Bagaimana tidak, gaji guru kalah sama gaji buruh, gaji guru jauh dikesampingkan dengan gaji-gaji pejabat, bukankaah pejabat berawal dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi? Bukankah DPR pun begitu? Termasuk orang nomor satu di Indonesia yaitu presiden. Sehingga guru seakan-akan dianak tirikan dimata pemerintahan bahkan dalam perhatian pemerintahnya jauh lebih dinafikan.

Salah satu solusi yang paling mendasar dalam mencapai pendidikan cerdas adalah dengan mensejahterakan tenaga pendidik melalui honorarium yang wajar seperti para pejabat yang lainnya. Bahkan kalau bisa harus lebih besar lagi dari pejabat yang lain, agar para pendidik bisa lebih fokus dalam mendidik anak muridnya. 

Kemudian dalam penerimaan calon guru harus diperketat lagi, supaya orang yang lolos betul-betul bisa membawa murid  yang lebih cemerlang.  Begitu juga dengan penerimaan mahasiswa jurusan keguruan di perguruan-perguruan tinggi harus lebih diperketat, dan kuotanya diminimalisir, agar bisa mencetak kader-kader guru yang handal dan propesional.  


















Penulis: Ahmad Suky, S.Sy

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Nama

Advertorial,3,Aktifis Menulis,2,banten,244,BPJS BANTen,1,bulog tangerang,1,Cilangkahan,280,cilegon,22,Ekon,1,Ekonomi,82,Hikmah,18,Industri,5,iptek,19,IWO Banten,1,Kab Lebak,575,Kab Pandeglang,86,Kab Serang,78,Kab Tangerang,108,Kab. Lebak,3,Kab. Tangerang,2,Kab.Tangerang,5,Kabupaten Serang,9,Kabupaten Tangerang,23,kesehatan,87,Khazanah,6,Kiprah,27,KNPI,1,KNPI Banten,1,KNPI KOta Serang,18,konomi,1,Kota Cilegon,10,Kota Serang,321,Kota Tagerang,2,Kota Tangerang,137,Kota Tangerang Tangerang,1,Kota Tangsel,41,Kotas Serang,1,KotaTangerang,5,Kpud lebak,1,lebak,813,lmnd kota serang,1,LMND sERANG,1,NasDem,2,nasional,262,Ninja Banten Selatan,1,Nusantara,14,opini,23,pandeglang,113,Parlemen,25,Peluang,1,PemkaB Lebak,1,pendidikan,88,Perbankan,6,Pilbuptangerang,1,PKS Banten,1,Ragam,14,Serang,436,serang.Kota Serang,1,SMKN 9 Kota Tangerang.,1,Sosok,8,sRANG,1,tagerang,5,tangerang,330,Tangsel,12,teknologi,20,UMKM,13,video,4,Wirausaha,15,
ltr
item
Berita Banten - Banten Ekspose: Pendidikan Cerdas Tanpa Harus Menindas
Pendidikan Cerdas Tanpa Harus Menindas
https://3.bp.blogspot.com/-Ju6aO60YH_g/WlTt8HhRqpI/AAAAAAAAIiM/sZzaAHWOot0YJjM-F5i5DciFUNz4C4XegCLcBGAs/s400/belajar-mengajar.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-Ju6aO60YH_g/WlTt8HhRqpI/AAAAAAAAIiM/sZzaAHWOot0YJjM-F5i5DciFUNz4C4XegCLcBGAs/s72-c/belajar-mengajar.jpg
Berita Banten - Banten Ekspose
http://www.bantenekspose.com/2018/01/pendidikan-cerdas-tanpa-harus-menindas.html
http://www.bantenekspose.com/
http://www.bantenekspose.com/
http://www.bantenekspose.com/2018/01/pendidikan-cerdas-tanpa-harus-menindas.html
true
6064287794305037138
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy