Mengolah ‘Emas Hijau’ Jadi Komoditas Berkilau

Bantenekspose.com - Salah satu komoditas emas hijau di Indonesia adalah cengkeh. Hampir semua bagian dari tanaman cengkeh ini tidak a...



Bantenekspose.com - Salah satu komoditas emas hijau di Indonesia adalah cengkeh. Hampir semua bagian dari tanaman cengkeh ini tidak ada yang terbuang sedikit pun. Bunganya bisa diolah sebagai campuran tembakau untuk rokok. Batang, ranting bahkan daun-daun yang menyampah pun bisa diberdayakan kembali menjadi peluang usaha yang luas biasa. Yaitu, digunakan sebagai bahan baku minyak cengkeh. Bagaimanakah peluang usaha pembuatan minyak cengkeh, merubah sampah jadi komoditas mahal ini? Berikut adalah ulasannya, seperti dilansir laman wartawirausaha.com.

Indonesia memang menjadi salah satu Negara Asia penghasil minyak atsiri dari cengkeh terbesar dan terbaik di dunia. Karena inilah, minyak atsiri cengkeh dari Indonesia menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan karena sudah menyentuh kelas ekspor,  terbukti mampu menyejahterakan petani dan pelaku wirausaha pembuatan minyak cengkeh.

“Minyak cengkeh ini biasanya digunakan untuk mengobati nyeri gigi dan badan pegal linu. Minyak ini sangat panas, bahkan panasnya lebih tinggi dari balsam yang paling keras sekalipun. Karena inilah, biasanya masyarakat sekitar hanya meminta sedikit minyak cengkeh dan kemudian dicampur minyak kayu putih. Sebagian besar penjualan minyak cengkeh ini biasanya ke tengkulak yang ada di kota Madiun, Ponorogo, maupun Kediri,” ungkap pelaku wirausaha minyak cengkeh Supriyono asal Kare, Jawa Timur.

Di dunia medis, senyawa yang ada dalam minyak cengkeh sangat dibutuhkan. Senyawa tersebut adalah Eugenol yang memiliki sifat antiseptic serta anestetik (bius). Selain Eugenol, minyak cengkeh juga memiliki kandungan yang sangat bermanfaat di dunia kedokteran diantaranya, sebagai antibakteri, antimikroba, dan juga sebagai aromaterapi. Peluang usaha bidang ini cukup menjanjikan, karena permintaan dari minyak cengkeh terus meningkat.

“Para pengepul cengkeh biasanya menjual hasil tampungannya dari penyulingan cengkeh ke pengepul utama yang ada di kota-kota besar. Komoditas minyak cengkeh ini kebanyakan diekspor ke berbagai negara, sebagian lagi digunakan untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Wirausaha penyulingan atau pembuatan minyak cengkeh ini memang memiliki prospek luar biasa ke depannya.” Ujar pria yang sudah puluhan tahun menggeluti pembuatan minyak cengkeh ini.

Awalnya, Supriyono hanyalah pegawai di pabrik penyulingan besar di daerah Ngebel, Ponorogo. Melihat prospek penyulingan minyak cengkeh yang bagus, Supriyono pun akhirnya berani keluar modal dan membuat bisnis penyulingan sendiri. Dibantu oleh beberapa saudaranya, Supriyono akhirnya mampu menjadi wirausaha mandiri, yaitu dengan menjadi produsen minyak cengkeh yang rutin setor ke pengepul sebanyak 16 kwintal perharinya.

“Saat ini harga rata-rata minyak cengkeh adalah 150 ribu perkilonya. Harga minyak cengkeh biasanya sangat fluktuatif dan sangat tergantung dari pergerakan nilai dolar. Dengan 2 ketel pemasakan yang diameter 2 meter, saya biasanya bisa memasak 1 ton daun cengkeh, dan bisa menghasilkan 16 sampai 20 kwintal perhari.” Tambah Supriyono.

Namun, di saat musim penghujan, supriyono mengaku minyak cengkeh yang didapatkan tidak bisa maksimal. Hal ini berbeda dengan saat musim kemarau, dimana daun cengkeh bisa kering dan banyak mengandung minyak. Untuk pasokan daun cengkeh sendiri, Supriyono mendapatkan dari masyarakat sekitar yang memiliki pohon cengkeh. Masyarakat biasanya, akan mengumpulkan daun-daun cengkeh yang sudah jatuh, namun belum mengering betul. Daun-daun ini kemudian mereka masukkan ke dalam karung sak, lalu disetor ke pabrik-pabrik pembuatan minyak, salah satunya pabrik penyulingan milik Supriyono.

“Daun-daun dari masyarakat ini, biasanya kami beli seharga 1500 – 2000 rupiah perkilonya. Harga ini barang sampai di lokasi penyulingan. Kalau diambil ke rumah penduduk, harga sudah berubah. Harga juga tergantung dengan kualitas daunnya, jika terlalu basah atau kurang kering harga juga sudah berbeda.” Ungkap pria yang saat ini sudah memiliki tujuh pegawai yang membantunya memproduksi minyak cengkeh.

Menurut Supriyono, pembuatan minyak cengkeh sebenarnya sangat sederhana. Daun-daun yang sudah terkumpul, biasanya akan dimasukkan ke dalam ketel tempat pemprosesan daun cengkeh. “Di atas ketel sudah ada alat khusus yang akan menyalurkan uap dari cengkeh ke dalam pipa-pipa khusus yang berada di dalam kolam atau melalui proses penyulingan. Pipa-pipa ini kemudian membawa air dan minyak. Minyak secara otomatis akan turun karena memiliki berat masa yang berbeda dengan air. Nah, minyak-minyak inilah yang kemudian kita ambil.” Jelas Supriyono.


Kendala dalam peluang usaha ini yang kerap dihadapi Supriyono adalah musim atau cuaca. Jika musim penghujan datang, biasanya kualitas daun cengkeh jelek atau terlalu basah. Jika daun cengkeh terlalu basah, minyak yang dihasilkan hanya sedikit dan jelek.

Untuk pemasaran sendiri, menurut Supriyono tidak terlalu banyak kendala. “Sudah banyak pengepul yang siap menerima minyak cengkeh dari kita. Bahkan diantaranya ingin mengontrak saya untuk rutin setor minyak cengkeh. Namun, untuk kontrak biasanya akan saya tolak. Soalnya, harga kerap dipermainkan oleh si pengepul.” Tambah Suptioyono.

Hingga saat ini, proses pembuatan minyak cengkeh bisa menjadi alternatif wirausaha yang sangat menggiurkan. Namun, Supriyono mengingatkan, jika ingin menggarap peluang usaha penyulingan minyak cengkeh, sebaiknya pabrik berada tak jauh dari lahan budidaya cengkeh. Selain itu, dalam pembuatan instalasi antara ketel dan pipa harus detail dan harus sesuai perhitungan, agar minyak cengkeh yang didapat bisa maksimal.

COMMENTS

Nama

Advertorial,3,Aktifis Menulis,2,banten,244,BPJS BANTen,1,bulog tangerang,1,Cilangkahan,280,cilegon,22,Ekon,1,Ekonomi,82,Hikmah,18,Industri,5,iptek,19,IWO Banten,1,Kab Lebak,575,Kab Pandeglang,86,Kab Serang,78,Kab Tangerang,108,Kab. Lebak,3,Kab. Tangerang,2,Kab.Tangerang,5,Kabupaten Serang,9,Kabupaten Tangerang,23,kesehatan,87,Khazanah,6,Kiprah,27,KNPI,1,KNPI Banten,1,KNPI KOta Serang,18,konomi,1,Kota Cilegon,10,Kota Serang,321,Kota Tagerang,2,Kota Tangerang,137,Kota Tangerang Tangerang,1,Kota Tangsel,41,Kotas Serang,1,KotaTangerang,5,Kpud lebak,1,lebak,813,lmnd kota serang,1,LMND sERANG,1,NasDem,2,nasional,262,Ninja Banten Selatan,1,Nusantara,14,opini,23,pandeglang,113,Parlemen,25,Peluang,1,PemkaB Lebak,1,pendidikan,88,Perbankan,6,Pilbuptangerang,1,PKS Banten,1,Ragam,14,Serang,436,serang.Kota Serang,1,SMKN 9 Kota Tangerang.,1,Sosok,8,sRANG,1,tagerang,5,tangerang,330,Tangsel,12,teknologi,20,UMKM,13,video,4,Wirausaha,15,
ltr
item
Berita Banten - Banten Ekspose: Mengolah ‘Emas Hijau’ Jadi Komoditas Berkilau
Mengolah ‘Emas Hijau’ Jadi Komoditas Berkilau
http://3.bp.blogspot.com/-SxMX94rf7pA/VYbBNOqlQyI/AAAAAAAACCA/tdT0mboqCxk/s1600/cengkeh.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-SxMX94rf7pA/VYbBNOqlQyI/AAAAAAAACCA/tdT0mboqCxk/s72-c/cengkeh.jpg
Berita Banten - Banten Ekspose
http://www.bantenekspose.com/2015/06/mengolah-emas-hijau-jadi-komoditas.html
http://www.bantenekspose.com/
http://www.bantenekspose.com/
http://www.bantenekspose.com/2015/06/mengolah-emas-hijau-jadi-komoditas.html
true
6064287794305037138
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy